Sunday, May 1, 2011

Hakikat Penalaran dan Logika

Manusia untuk dapat menguasai, mengkaji, dan memanfaatkan jagat raya beserta isinya untuk memenuhi kebutuhan dan kelangsungan hidup secara layak, dia harus mampu mengoptimalkan akal yang dimilikinya. Dengan pengembangan pengetahuan yang dimiliki manusia akan dapat memperbaiki dan mempertahankan kelangsungan hidup di muka bumi ini.

Mengapa manusia mampu mengembangkan pengetahuannya? Pertanyaan ini menurut pakar filsafat Jujun S. Suriasumantri (1983), karena manusia diberi dua kemampuan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, yaitu berupa bahasa dan kemampuan berfikir secara nalar. Pertama, dengan bahasa manusia mampu mengkomunikasikan segala apa dimiliki kepada manusia yang lain dan jalan pikiran yang melatar-belakangi informasi tersebut. Kedua, manusia diberi kemampuan berfikir dengan alat dan cara tertentu yaitu penalaran. Dengan berfikir secara nalar inilah manusia mampu mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan mantap.

Manusia dengan kedua kemampuan yaitu berupa bahasa yang bersifat komunikatif dan pikiran yang mampu menalar inilah yang menjadikan manusia dapat mengembangkan pengetahuannya. Manusia berfikir tidak selalu didasarkan atas proses penalaran. Artinya manusia bukanlah sekedar makhluk yang berfikir. Namun manusia adalah makhluk yang diberi kemampuan berfikir, merasa dan mengindera, dan secara totalitas ketiga kemampuan itulah yang menjadikan manusia memiliki pengetahuan yang terus berkembang.