Friday, May 20, 2011

Jenis dan Fungsi Curing / Perawatan Beton

Reaksi kimiawi antara semen dan air membutuhkan waktu. Fungsi semen sebagai perekat mulai berkembang pada saat umur beton masih muda, makanya untuk pekerjaan beton baik konvensional maupun precast perlu dilakukan curing / perawatan beton.

Jenis-jenis curing / perawatan beton antara lain :

1. Steam Curing
• Menguntungkan bila menginginkan kekuatan awal
• Panas tambahan dibutuhkan untuk menyelesaikan hidrasi (misal pada musim dingin)
• Ada 2 metoda, yaitu Live steam (tekanan atmosferik) & Autoclave (tekanan tinggi)

2. Penyemprotan/ Fogging
• Metoda yang baik untuk kondisi dgn suhu diatas suhu beku dan humiditas rendah
• Kekurangannya yaitu biaya & dapat menyebabkan erosi pada permukaan beton yang baru mengeras

3. Penggenangan/Perendaman
• Ideal untuk mencegah hilangnya moisture
• Mempertahankan suhu yang seragam
• Kekurangannya yaitu membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan perlu pengawasan & tidak praktis untuk proyek yang besar

4. Lembaran Plastik (Sesuai ASTM C171)
• Lapisan Polyethylene dgn ketebalan 4 mm
• Kelebihannya yaitu ringan, efektif sbg penghalang hilangnya moisture, & mudah diterapkan
• Kekurangannya yaitu dapat menyebabkan discoloration permukaan, lebih terlihat bila lapisan plastik bergelombang, & diperlukan penambahan air secara periodik

5. Penutup Basah (Sesuai ASTM C171)
• Menggunakan bahan yang dapat mempertahankan moisture, spt. burlap (karung goni) yang dibasahin
• Kelebihannya yaitu tidak terjadi discoloration & tahan terhadap api
• Kekurangannya yaitu memerlukan penambahan air secara periodik & diperlukan lapisan plastik penutup burlap untuk mengurangi kebutuhan penambahan air

6. Curing Compound (Sesuai ASTM C 309)
• Membentuk lapisan tipis pada permukaan untuk menghalangi penguapan
• Efisiensinya di test dengan ASTM C 156

-------------------------------------------------------------------------------
Ada 3 (tiga) fungsi utama daripada curing / perawatan beton, yaitu adalah sebagai berikut :

1) Mempertahankan Jumlah Air dalam Beton Selama Proses Pengerasan Awal

Perendaman dalam kolam, proses ini khusunya pekerjaan dengan permukaan yang datar dan volume pekerjaan yang kecil temperatur air curing harus dijaga sehingga temperatur air tidak lebih dingin 11 deg C (20 deg F) dari temperatur beton hal ini untuk mencegah retak yang diakibatkan tegangan termal. Proses ini biasanya dilakukan dalam pekerjaan laboratorium.

Penyemprotan dan pengkabutan, proses ini digunakan ketika temperatur suhu lingkungan diatas titik beku dan dalam kondisi kelembaban yang rendah, penyemprotan dan pengkabutan dapat meminimalkan retak karena penyusutan sampai beton mencapai setting.

Penutup basah, penutup basah harus digunakan setelah beton mengeras hal ini untuk mencegah kerusakan pada permukaan.

Tempat dan cetakan daripada beton, cetakan memberikan perlindungan terhadap kehilangan kelembaban, cetakan biasanya dibiarkan menempel pada beton selama masa konstruksi berlangsung, bila cetakan terbuat dari kayu maka kayu harus tetap lembab terutama pada kondisi cuaca panas dan kering.

2) Mengurangi Hilangnya Air pada Permukaan Beton

Menutupi beton dengan kertas kedap air atau plastik, kertas kedap air dan plastik dapat diterapkan pada beton dengan dibasahi secara menyeluruh. Permukaan beton harus cukup keras untuk mencegah kerusakan pada permukaan selama proses penutupan ini.

Menggunakan senyawa pembentuk membran, senyawa pembentuk membran digunakan untuk menghambat atau mengurangi penguapan air pada permukaan beton, senyawa membran dapat berupa cairan jernih bening ataupun pigment putih. Senyawa pigment puting yang direkomendasikan untuk kondisi cuaca panas dan cerah sehingga dapat memantulkan cahaya sinar matahari. Senyawa curing harus segera digunakan setelah selesai pekerjaan. Senyawa curing harus sesuai dengan ASTM C 3094 atau ASTM C 13155.

3) Mempercepat Perkembangan Kuat Tekan Menggunakan Panas serta Penambahan Kelembaban

Menggunakan uap panas, menggunakan uap pada tekanan ruang atau pada tekanan tinggi dalam bejana uap merupakan curing sistem uap. Penggunaan uap panas pada tekanan ruang temperaturnya harus dijaga pada 60 deg C (140 deg C) atau kurang sampai dengan beton mencapai kekuatan yang diinginkan.

Menggunakan elemen pemanas, elemen pemanas biasanya digunakan sebagai elemen tertanam dekat permukaan elemen beton. Tujuannya adalah untuk melindungi dari pengerasan karena proses pembekuan pada cuaca dingin.

Bantalan listrik panas, bantalan dipanaskan dengan menggunakan listrik terutama digunakan oleh produsen beton pracetak.

Selimut Beton, selimut beton digunakan untuk menutupi dan melindungi permukaan beton dari dari suhu beku selama periode curing, beton harus cukup keras pada saat penyelimutan untuk melindungi kerusakan permukaan beton.