Sunday, June 26, 2011

Sistem Instalasi Plumbing

Sistem plambing merupakan bagian yang tidak dapat di pisahkan dalam pembangunan gedung). Oleh karena itu perencanaan dan perancangannya harus dilakukan sesuai dengan tahapan tahapan perencanaan dan perancangan gedung itu sendiri, dengan memperhatikan secara seksama hubungannya dengan bagian-bagian konstruksi gedung serta peralatan lainnya yang ada dalam gedung tersebut (seperti, AC, listrik dan lain sebagainya).

Di dalam suatu sistem plambing itu sendiri terdiri dari perancangan, pemasangan dan pemeliharaan instalasi. Perancangan dan pemasangan antara lain meliputi sistem penyedian air bersih dan sistem penyediaan air kotor sedangkan pemeliharaan meliputi pemeliharaan pipa-pipa untuk pengaliran air agar tetap terjaga kualitas dan kebersihan air yang dialirkan. Pemeliharaan ini berupa pemeliharaan alat –alat plambing untuk air bersih ataupun pembuangan air kotor.

Sistem penyediaan air bersih itu sendiri adalah suatu sistem plambing yang yang berfungsi untuk menyediakan kebutuhan air bersih pada suatu bangunan. Sistem penyediaan air bersih dibagi menjadi:
a)Sistem sambungan langsung yaitu sistem penyedian air bersih yang pipa pendistribusiannya disambungkan langsung dengan pipa utama air bersih.
b)Sistem tangki atap, dalam sistem ini air ditampung terlebihdahulu dalam tangki air bawah, kemudian dipompakan ke tangki air atas dan baru didistribusikan ke saluran-saluran di bawahnya.
c)Sistem tangki tekan, dalam sistem ini air yang ditampung dalam tangki air bawah dipompakan dalam suatu bejana tertutup, kemudian dialirkan ke dalam sistem distribusi.
d)Sistem tanpa tangki yaitu air dipompakan langsung ke sistem distribusi bangunan tanpa digunakan tangki dan pompa menghisap air langsung dari pipa utama.

Sistem penyediaan air kotor merupakan bagian dari suatu system plambing yang berfungsi untuk menyediakan kebutuhan pembuangan air kotor. Berdasarkan sistem pembuangan sistem penyediaan air kotor dibagi menjadi:
a)Sistem campuran yaitu dimana pembuangan air kotor dan air bekas dikumpulkan dan dialirkan ke dalam satu saluran.
b)Sistem terpisah yaitu dimana air kotor dan air bekas masing-masing dikumpulkan dan dialirkan secara terpisah.

Berdasarkan sistem pengaliran dibagi menjadi:
a)Sistem gravitasi yaitu air buangan yang dialirkan secar gravitasi dengan mengatur letak dan kemiringan pipa-pipa pembuangan.
b)Sistem bertekanan yaitu air buangan yang dikumpulkan di dalam bak penampung dan kemudian dipompakan keluar menggunakan pompa otomatis.