Wednesday, July 27, 2011

Bahan Dasar dan Finishing Furniture

A. Bahan Dasar Furniture

Berikut ada beberapa jenis material untuk bahan pembuatan furniture dari yang paling mahal harganya sampai yang paling murah.

1. Kayu Solid

Kayu solid merupakan bahan dasar terkuat dibandingkan kayu olahan, tapi dikarenakan volume tanam dan penebangan pohon yang tidak seimbang ditambah dengan penebangan liar yang tidak memperdulikan penghijauan kembali, memyebabkan persedian kayu solid terbatas dan harganya lebih mahal dibanding kayu olahan.

2. Plywood

Plywood adalah bahan dasar yang umum digunakan untuk pembuatan furniture. Harganya relatif lebih murah daripada kayu solid. Plywood merupakan kayu olahan yang relatif lebih kuat dibanding jenis kayu olahan lainnya seperti hdf, mdf, blockboard atau partikel board. Bahan dasar plywood adalah kulit kayu yang berlapis-lapis dan dipress. Plywood biasanya dilapisi kulit kayu jati, sungkai, nyatoh atau kulit kayu lainnya. Dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan kayu olahan lainnya, menyebabkan furniture dengan bahan plywood memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan kayu olahan lainnya.

3. Blockboard

Blockboard memiliki harga sedikit lebih murah dibanding plywood demikian juga dengan kwalitasnya. Bahan dasarnya hampir sama dengan plywood.

4. MDF

MDF dapat digunakan bagi anda yang memiliki budget terbatas.harganya sedikit lebih murah dari pada plywood dan blockboard. MDF adalah serbuk kayu halus yg diproses menyerupai bahan kertas yg tebal dan solid. MDF biasanya digunakan pada furniture fabrikasi yang dijual dalam bentuk sudah “jadi” biasanya pelapis luarnya kertas bertexture. Mdf atau hdf banyak dipakai sebagai bahan dasar furniture import.

5. Partikel Board

Partikel Board tidak kami sarankan jika anda menginginkan interior yang bertahan lama dan tempat tinggal anda rawan banjir . Partikel board adalah jenis kayu olahan yang terendah kelasnya. Partikel board sangat rentan air, karena berbahan dasar serbuk kayu kasar yang dipress sehingga memiliki pori-pori yg lebih besar dibandingkan mdf atau hdf,sehingga mudah ditembus air dan tidak kuat menahan beban berat. Untuk penggunaan bahan furniture dalam interior design berdasarkan custom made (design khusus) partikel board jarang dipakai.

B. Finishing Furniture

Apapun bahan dasar yang dipergunakan untuk furniture pilihan kita, permukaan luar harus di finishing agar tampilannya indah. Ada berbagai macam jenis style finishing material, antara lain: Finishing Melamix, Cat Duco dan Laminate. Bagian dalam kabinet biasanya dilapisi bahan melaminto. Tapi kabinet yang menggunakan pintu kaca, bagian dalamnya tidak dilapisi melaminto, melainkan dilapis dengan bahan yang sama dengan pelapis kabinet bagian luar. Jadi dari luar kaca, bagian dalam kabinet tetap terlihat indah.

1. Finishing Melamix

Finishing Melamix adalah dengan metode penyemprotan cairan melamix sebagai finishing akhir pada permukaan furniture dapat berupa dof atau glossy. Warna dapat bervariasi, biasanya terdiri dari warna-warna kayu natural, karena finishing sistem melamix dalam interior design digunakan untuk furniture yang ingin menampilkan kesan natural pada serat kayu.

2. Cat Duko

Cat Duko adalah dengan metode penyemprotan cat duko pada permukaan furniture. Warna dapat bervariasi dengan pilihan yang beraneka ragam seperti warna-warna pastel maupun natural. Serat kayu pada furniture tidak akan terlihat jika menggunakan duko, karena akan tertutup dengan warna solid cat itu sendiri. Biasanya duko dalam interior design digunakan untuk menampilkan kesan dinamis, elegan dan modern pada ruangan.

3. Laminate

Laminate adalah metode finishing interior atau furniture dengan merekatkan bahan pelapis dipermukaan furniture. Pelapis yang umum digunakan antara lain HPL, tacon, decosit, supercon dan PVC. Di antara keempat pelapis tersebut, HPL paling mahal, disusul tacon, decosit, supercon dan terakhir PVC.