Tuesday, July 12, 2011

Metode Proyek dalam Proses Pembelajaran di Sekolah (Bagian 2)

D. KELEBIHAN METODE PROYEK

Kelebihan dari metode proyek ini adalah sebagai berikut:
1. Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
2. Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
3. Pengetahuan yang diperoleh fungsional.
4. Anak-anak belajar bersungguh-sungguh dalam bekerja bersama.
5. Anak-anak bertanggung jawab penuh pada pekerjaannya.
6. Dengan pengajaran proyek, dapat membangkitkan dan mengaktifkan siswa, dimana masing-masing belajar dan bekerja sendiri.
7. Melalui metode proyek memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk mempraktekkan apa yang telah dipelajari.
8. Metode proyek memperhatikan segi minat, perbedaan serta kemampuan masing-masing individu siswa.
9. Dapat menumbuhkan sikap sosial dan bekerja sama yang baik.
10. Dapat membentuk siswa dinamis dan ilmiah dalam berbuat/berkarya.

E. KEKURANGAN METODE PROYEK

Kekurangan dari metode proyek ini adalah sebagai berikut:
1. Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
2. Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini.
3. Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.
4. Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.
5. Memerlukan perencanaan yang matang.
6. Tidak semua guru merencanakan/terbiasa dengan metode proyek. Sebab dengan metode proyek guru dituntut untuk bekerja keras dan mengorganisir pelajaran yang menjadi proyek secara terencana.
7. Bila proyek diberikan terlalu banyak, akan berakibat membosankan bagi siswa.
8. Bagi sekolah tingkat rendah (SD dan SLTP), metode proyek masih sulit dilaksanakan. Sebab metode proyek menuntut siswa untuk mencari, membaca, memikirkan serta dapat memecahkan masalahnya sendiri.
9. Dilihat dari segi aktivitasnya, organisasi sekolah menjadi tidak sederhana. Disamping memerlukan banyak fasilitas, tenaga dan finansial

F. PROSES PENERAPAN METODE PROYEK

Penerapan metode proyek dalam pembelajaran tetap dikolaborasikan dengan metode pembelajaran yang lain mengingat pelaksanaan metode proyek membutuhkan waktu yang cukup lama. Proyek dan penyelidikan dapat melibatkan siswa secara individual atau kelompok kecil 2 sampai 4 siswa bekerja sama. Tugas-tugas seharusnya membutuhkan waktu 2-3 munggu. Proyek yang bersifat lebih substansial dapat memakan waktu 1-2 bulan. Akan tetapi waktu ideal untuk suatu proyek adalah 4-5 minggu.

Siswa dapat dilibatkan dalam proyek dan penyelidikan sepanjang pelajaran. Dalam memberikan suatu proyek, mulailah dari tugas-tugas yang sederhana, dan secara berangsur ke tugas yang lebih rumit.

Langkah-langkah yang ditempuh melalui metode proyek ini yaitu: Pertama : Merencanakan proyek yang akan dilaksanakan. Misalnya ; berapa kali kita melakukan proyek selama satu tahun. Kedua : Pengalokasian waktu, dengan menghitung berapa minggu diadakan proyek dalam satu tahun. Misalnya untuk sementara waktu tiga kali dalam satu tahun sudah mencukupi. Tiap-tiap masa belajar 2 ½ bulan lamanya, diselingi masa proyek kira-kira satu bulan.