Friday, July 29, 2011

Syarat-syarat Pekerjaan Mini Piles

a) Umum

Peraturan Umum yang digunakan adalah Tatacara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung dan untuk hal-hal yang belum terjangkau dapat digunakan peraturan-peraturan, seperti ASTM, ACI dan peraturan lainnya yang relevan.

b) Besi Beton (Steel Reinforcement)

1) Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat:

# Pada SKSNI T-15-1991-03
# Bebas dari kotoran-kotoran, lapisan lemak, minyak, karat dan tidak cacat (retak-retak, mengelupas, luka dan sebagainya)
# Mempunyai penampang yang sama rata.
# Disesuaikan dengan gambar-gambar.

2) Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuan-ketentuan diatas harus mendapat persetujuan Direksi.
3) Besi beton yang digunakan adalah dengan fy = 240 MPa untuk diameter =< 12 mm dan dengan fy = 320 MPa untuk diameter > 12 mm.
4) Besi beton harus berasal satu sumber (manufacture) dan tidak dibenarkan untuk mencampur adukan bermacam-macam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan Konstruksi.
5) Kontraktor diharuskan mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari Direksi. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian Direksi berjumlah minimum 3 (tiga) batang untuk tiap-tiap jenis percobaan yang diameternya sama, dengan panjangnya tidak kurang dari 100 cm.
6) Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Direksi. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor.
7) Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar dan mendapat persetujuan Direksi. Hubungan antara besi beton satu dengan lainnya harus menggunakan kawat besi beton, diikat dengan teguh, tidak menggeser selama pengecoran beton dan bebas dari tanah.
8) Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitas, tidak sesuai dengan spesifikasi harus segera dikeluarkan dari site. setelah menerima instruksi tertulis dari Direksi, dalam waktu 2x24 jam.

c) Beton

1) Umum

Kekuatan beton untuk Pile cap dan Sloof adalah dengan K = 225 kg/cm2 menurut SKSNI T-15-1991-03 dengan deviasi standard sebesar 40 kg/cm2 Beton harus merupakan bahan yang kuat dan tahan terhadap bahan-bahan berbahaya (sperti asam dan garam) karena terletak didalam tanah.

Pengecoran beton harus dilakukan dalam keadaan lokasi tidak berair. Selama pengecoran dan pengeringan beton air tanah yang ada harus terus menerus dipompa untuk mencegah rusaknya adukan beton akibat air dari luar.

Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat-syarat PBI-1971 dan SKSNI T-15-1991-03.
Panjang stek untuk penyambungan kolom atau untuk penyambungan batang-batang tulangan minimal 40 kali diameter tulangan ( 40 d ).

2) Pengecoran beton
Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin, sehingga tidak memungkinkan adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotoran- kotoran atau bahan lain dari luar.

Pemakaian beton ready mix harus mendapat persetujuan Direksi, baik mengenai nama perusahaan, alamat maupun kemampuan alat-alatnya.

Penggunaan alat-alat pengangkut mesin haruslah mendapat persetujuan pengawas, sebelum alat-alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan. Semua alat-alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus dibersihkan dari sisa-sisa adukan yang mengeras.

Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan tertulis pengawas.

Pengecoran harus dilakukan secara kontinyu tanpa berhenti untuk keseluruhan dari seluruh 1 (satu tiang) dan diberi tanda maupun tanggal pengecorannya.

Pengecoran dilakukan lapis demi lapis dan tidak dibenarkan menuangkan adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat.

Beton dipadatkan dengan menggunakan suatu vibrator selama pengecoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan maupun posisi tulangan. Kontraktor harus menyediakan vibrator-vibrator untuk menjamin effisiensinya tanpa adanya penundaan.

Pemadatan beton secara berlebih-lebihan sehingga menyebabkan kebocoran - kebocoran melalui acuan dan lain-lain harus dihindarkan.

3) Curing dan perlindungan atas beton

Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap matahari, pengeringan oleh angin, hujan atau aliran air dan perusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya.

Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama 10 hari dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut.
Terutama pada pengecoran beton pada waktu cuaca panas, curing dan perlindungan atas beton harus diperhatikan. Kontraktor harus bertanggung jawab atas retaknya beton karena kelalaian ini.

d) Pemancangan Minipile

1) Persiapan Pemancangan dan Spesifikasi Bahan

Kontraktor wajib menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk pelaksanaan pemancangan tiang. Pekerjaan mobilisasi menyangkut perijinan, pengangkutan ke lokasi proyek, keamanannya dan biayanya menjadi tanggungjawab kontraktor.

Mini pile yang digunakan adalah jenis material beton bertulang dengan bentuk penampang segitiga dan kedalaman dari muka tanah asli setempat (MTAS) sesuai dengan gambar. Kontraktor wajib mengajukan usulan teknis mengenai mini pile yang akan dipakai lengkap dengan perhitungannya.

2) Pemancangan Tiang

Kontraktor bertanggung jawab penuh terhadap segala kerugian, kerusakan dan perbaikan yang timbul akibat dari pekerjaan pemancangan.

Kontraktor bertanggung jawab dan menjamin bahwa pelaksanaan pemancangan sesuai dengan spesifikasi teknis perencanaan dan instruksi-instruksi tertulis dari konsultan Pengawas. Kelalaian yang mengakibatkan tiang pancang tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya adalah tanggung jawab kontraktor.

Keterlambatan yang disebabkan kelalaian kontraktor akibat kesulitan pelaksanaan di lapangan adalah tanggung jawab kontraktor. Kontraktor dianggap telah memahami kesulitan di lapangan dan laporan penyelidikan tanah pada saat aanwizing lapangan.

Toleransi titik pemacangan tidak boleh lebih dari 5 cm dari titik yang ditentukan dengan toleransi kemiringan adalah vertikal 1 : 800. Bila ternyata toleransi tersebut tidak dipenuhi, kontraktor wajib melakukan perbaikan sesuai rekomendasi konsultan perencana.

Kontraktor harus membuat laporan harian yang ditandatangani oleh wakil kontraktor dan konsultan pengawas Laporan pemancangan tiang harus mencakup hal-hal sebagai berikut :
a) Tanggal pelaksanaan, Dimensi tiang, nomor tiang, as titik pemacangan, kedalaman tiang.
b) Data kalendering dan final set untuk setiap tiang yang dipancang.
Data lain yang diminta oleh konsultan pengawas dan perencana.
c) Posisi tiang pancang harus dalam keadaan vertkal / tegak lurus 90" dan apabila tidak memenuhi syarat tersebut diatas harus dicabut dan dibetulkan (tidak boleh diteruskan).
d) Kedalaman pondasi pancang mini pile minimum 6 meter dari muka tanah asli dan atau sampai dengan mencapai final set yang ditentukan.