Monday, July 25, 2011

Syarat-syarat Teknis Pekerjaan Tanah

1) Lingkup Pekerjaan

Termasuk didalam kegiatan ini adalah penggalian galian pondasi, sloof, sesuai dengan gambar rencana. Penggalian material bahan pengisi dan mengangkutnya ke dalam lapangan serta menimbunya didaerah lapangan dengan pemadatan yang cukup seperti dicantumkan dalam syaratsyaratnya. Termasuk minimal seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut :
a) Pembongkaran dan memindahkan semua hal yang mungkin merintangi jalannya pekerjaan.
b) Melindungi bendabenda berharga yang berada dilapangan dan bendabenda berfaedah lainnya.
c) Pengeringan dan pengontrolan drainage.
d) Penggalian dan penimbunan, (untuk penimbunan dengan tanah sirtu).
e) Pemadatan, dengan dibuktikan tes Standard Proctor di laboratorium.
f) Pemindahan materialmaterial yang tak berguna dan puingpuing.
g) Menyediakan materialmaterial pengisi yang baik.

2) Syaratsyarat Pelaksanaan

a) Pemeriksaan Lapangan
Pemborong harus mengadakan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke lapangan guna menentukan dengan pasti kondisi lapangan, bahanbahan yang kelak akan dijumpainya dan keadaan lapangan sekarang yang nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya pekerjaan.

b) Penggalian dan Pembersihan
1. Seluruh rintangan yang ada dalam lapangan yang akan merintangi pekerjaan harus disingkirkan, dan dibersihkan dari lapangan, kecuali halhal yang mungkin akan ditentukan kemudian untuk dibiarkan tetap. Perlindungan harus diberikan kepada halhal yang seperti itu.
2. Pelaksanaan penggalian pondasi baru bisa dimulai setelah asas ditetapkan secara cermat dan disetujui oleh Pengawas Lapangan.
3. Apabila selama pelaksanaan penggalian terjadi kelongsoran tebing, pemborong harus mencegahnya misalnya dengan casing dan lainlain sehingga pekerjaan tetap lancar.
4. Pelaksanaan pekerjaan penggalian jalur pondasi, sloof, haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barangbarang berharga yang mungkin berada dilapangan dari kerusakan.
5. Reparasi kerusakan pada bendabenda milik kepentingan umum, didalam atau diluar lapangan pekerjaan semuanya harus dipikul oleh Kontraktor.
6. Pemindahan semua materialmaterial akibat penggalian dam semua bendabenda yang merintangi pekerjaan, harus menurut petunjukpetunjuk Pengawas Lapangan.
7. Seluruh pohonpohon, semaksemak, rumputrumput, dan seluruh tumbuhtumbuhan yang semacam itu harus dipindahkan seluruhnya dari daerah yang akan ditimbun, keluar site.

c) Perlindungan Terhadap Bendabenda Berfaedah
1. Kecuali ditunjukkan untuk dipindahkan, seluruh barangbarang berharga yang mungkin ditemui dilapangan harus dilindungi dari kerusakan, dan bila sampai menderita kerusakan harus direparasi/diganti oleh Pemborong dengan tanggungan biayanya sendiri.
2. Bila sesuai alat/pelayanan dinas yang sedang bekerja ditemui dilapangan dan hal tersebut tak dijumpai pada gambar, atau dengan cara lain yang dapat diketahui oleh Pemborong dan ternyata diperlukan perlindungan atau pemindahan, Pemborong harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa pekerjan yang sedang berlangsung tersebut tak terganggu.
3. Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan Pemborong, Pemborong harus segera mengganti kerugiankerugian yang terjadi yang dapat berupa perbaikan dari barang yang rusak akibat pekerjaan Pemborong.
4. Sarana (Utilitas) yang sudah tak bekerja lagi yang mungkin ditemukan dibawah tanah dan terletak didalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan keluar lapangan ketempat yang disetujui oleh Pengawas Lapangan atau tanggungan Pemborong.

d) Pemeriksaan Permukaan Tanah dan Air Tanah
1. Daerah disekitar bangunanbangunan yang lebih rendah dari lapisan sekelilingnya harus dilindungi dari kemungkinan terjadinya bahaya erosi. Untuk itu Pemborong harus mempersiapkan saluran Pembuangan yang cukup menghidari terjadinya bahan erosi tersebut.
2. Pemborong diminta untuk mengawasi halhal seperti dibawah ini :
a. Tidak diperkenankan air tergenang didalam/sekitar lapangan pekerjaan kontrak ini.
b. Melindungi semua penggalian bebas dari seepage, overflow dan genangan air.
c. Lapisan Tanah Teratas (Top Soil). Dalam daerah lapangan pekerjaan, topsoil (lapisan tanah paling atas) harus dikupas sampai kedalaman minimum 20 cm dan digunakan sebagai bahan pengisi untuk daerah yang lain seperti yang akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan. Setelah topsoil dikupas, daerah tersebut harus dipadatkan sampai setebal 15 cm sebelum pengisian bahan pengisi dilakukan.

e) Bahan Pengisi
1. Bahan pengisi harus cukup baik, dan adalah bahan yang telah disetujui oleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah lapangan atau bahan yang telah disetujui oleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah diluar Lapangan pekerjaan, dan merupakan bahan yang kaya akan tanah berbatu kerikil (granular soil).
2.Bahan tersebut harus bebas dari akarakar bahanbahan organis, barangbarang bekas/sampahsampah,dan batubatu yang besarnya lebih dari 10 cm.

f. Syaratsyarat Penimbunan dan Backfill
1. Seluruh penimbunan harus dibawah pengawasan Pengawas Lapangan yang harus menyetujui seluruh bahan pengisi lebih dahulu digunakan. Pengawas Lapangan juga akan mempersiapkan testtest yang diperlukan dan penyelidikanpenyelidikan yang dibutuhkan atas biaya Pemborong. Pemborong tidak diperkenankan melakukan penimbunan tanpa kehadiran dari Pengawas Lapangan.
2. Pemborong harus menempatkan bahan penimbun diatas lapisan tanah yang akan ditimbun, dibasahi seperti yang diharuskan, kemudian digilas atau dipadatkan sampai tercapai kepadatan yang diinginkan. Untuk pemadatan sirtu dibawah pondasi setempat dan plat lajur dengan stamper, sedangkan untuk pemadatan halaman parkir dengan mesin wals 4 sampai dengan 6 ton.
3. Penggilasan atau pemadatan seluruh daerah lapangan harus dapat mencapai 95% dari derajat kepadatan maximum Mod. Proctor. Bila ada material pengisi yang tidak memuaskan sebagai bahan pemadatan, maka bahan tersebut harus diganti dengan pasir.
4. Kontraktor diharuskan menggunakan peralatan pemadatan dengan mesin untuk seluruh pemadatan, atau mempergunakan stemper. Pemadatan tangan atau dengan menggunakan timbris, sama sekali tidak diperkenankan.
5. Pemadatan harus dilaksanakan lapis demi lapis dan setiap lapisan tidak lebih tebal dari 20 cm dibasahi dan dipadatkan merata sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan.
6. Pembersihan. Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai buat penimbunan dan penimbunan kembali, juga seluruh sisasisa puingpuing, runtuhanruntuhan, sampahsampah harus disingkirkan dari lapangan pekerjaan. Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Pemborong.