Monday, August 15, 2011

Masalah-masalah yang Dialami oleh Remaja

Masalah merupakan sesuatu atau persoalan yang harus diselesaikan atau dipecahkan. Masalah yang menimpa seseorang bila dibiarkan berkembang dan tidak segera dipecahkan dapat mengganggu kehidupan, baik dirinya maupun orang lain. Adapun ciri-ciri masalah adalah sebagai berikut :
a) Masalah muncul karena ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan.
b) Semakin besar kesenjangan, maka masalah semakin berat.
c) Tiap kesenjangan yang terjadi dapat menimbulkan persepsi yang berbeda – beda.
d) Masalah muncul sebagai perilaku yang tidak dikehendaki oleh individu itu sendiri maupun oleh lingkungan.
e) Masalah timbul akibat dari proses belajar yang keliru.
f) Masalah memerlukan berbagai pertanyaan dasar yang perlu dijawab.
g) Masalah dapat bersifat individual maupun kelompok.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa hidup dan berkembang itu mengandung resiko. Perjalanan kehidupan dan proses perkembangan sering kali ternyata tidak mulus. Banyak mengalami berbagai hambatan dan rintangan. Lebih-lebih bagi siswa sekolah menengah yang berada dalam fase perkembangan remaja, masa dimana individu mengalami berbagai perubahan baik fisik maupun secara psikis.

Sikap dan perilaku anak yang berada dalam masa puber tersut sering mengganggu tugas-tugas perkembangan anak pada fase berikutnya yaitu fase remaja, dan sebagai akibatnya anak akan mengalami gangguan dalam menjali kehidupan pada masa remaja. Beberapa masalah yang dialami oleh remaja :
a) Masalah emosi.
b) Masalah penyesuaian diri.
c) Masalah perilaku seksual.
d) Masalah perilaku sosial
e) Masalah moral
f) Masalah keluarga.
Berkut ini adalah penjelasan dari masalah-masalah tersebut di atas.

1) Masalah Emosi

Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai periode atau seuatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagi akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Emosi remaja seringkali sangat kuat, tidak terkendali, dan kadang tampak irasional. Hal ini dapat dilihat dari gejala yang nampak pada mereka, misalnya mudah marah, mudah dirangsang, emosinya cenderung meledak-ledak dan tidak mampu mengendalikan perasaanya.

Sekolah sebagai lembaga formal yang diberi tugas dan tanggung jawab untuk membantu subjek didik menuju kearah kedewasaan yang optimal harus mempunyai langkah-langkah konkrit untuk mencegah dan mengatasi masalah emosial ini. Misalnya dengan memberikan pelayanan khusus bagi siswa melalui program layanan informasi, layanan konseling, layanan bimbingan, dan konseling kelompok. Dalam layanan bimbingan dan konseling kelompok anak dapat berlatih bagaimana cara menjadi pendengar yang baik, bagaimana cara mengemukakan masalah, bagaimana cara mengendalikan diri baik dalam menggapai masalah sesama anggota maupun mengemukakan masalahnya sendiri.

2) Masalah Penyesuaian Diri

Salah satu tugas yang paling sulit pada masa remaja adalah yang berhubungan dengan penyesuaian sosial. Remaja harus menyesuaikan diri dengan lawan jenis baik dengan sesama remaja maupun dengan orang-orang dewasa diluar lingkungan keluarga dan sekolah. Untuk mencapai tujuan dari pola sosialisasi dewasa, remaja harus membuat banyak penyesuaian baru. Pada fase ini remaja lebih banyak diluar rumah bersama teman-temannya sebagai kelompok, maka dapatlah di mengerti kalau pengaruh teman sebaya dalam segala pola perilaku kelompok.

Untuk itulah maka sekolah harus ikut membantu tugas-tugas perkembangan remaja tersebut agar mereka tidak mengalami kesalahan dalam penyesuaian dirinya. Melalui penyediaan sarana dan prasarana serta fasilitas pembinaan bakat dan minat baik, lewat kegiatan kurikuler maupun kokurikuler di sekolah, diharapkan dapat mencegah dan mengatasi kesalahan pergaulan tersebut.

3) Masalah Perilaku Seksual

Tugas perkembangan yang harus dilakukan oleh remaja sehubungan dengan kematangan seksualitasnya adalah pembentukan hubungan yang lebih matang dengan lawan jenis dan belajar memerankan seks yang diakuinya. Pada masa ini remaja sudah mulai tertarik pada lawan jenis, mulai bersifat romantis, yang diikuti oleh keinginan yang kuat untuk memperoleh dukungan dan perhatian dari lawan jenis, sabagai akibatnya, remaja mempunyai minat yang tinggi pada seks. Seharusnya mereka mencari dan atau memperoleh informasi tentang seluk beluk seks dari sumber-sumber yang kadang yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, misalnya teman sebaya yang sama-sama kurang memahami arti pentingnya seks, internet, media elektronik, dan media cetak yang kadang-kadang lebih menjurus pornografi. Untuk menanggulangi dan mengatasi permasalahan itu, sekolah hendaknya melakukan tindakan-tindakan nyata, misalnya pendidikan seks (seks education).

4) Masalah Perilaku Sosial

Tanda-tanda masalah perilaku sosial pada remaja dapat dilihat dari adanya diskriminasi terhadap mereka yang berlatar belakang ras, agama, atau sosial ekonomi yang berbeda. Dengan pola-pola perilaku sosial seperti ini, maka dapat melahirkan geng-geng atau kelompok-kelompok remaja, yang membentuknya berdasarkan atas kesamaan latar belakang, agama, suku, dan sosial ekonomi. Pembentukan kelompok atau geng pada remaja tersebut dapat memicu terjadinya permusuhan antar kelompok atau geng. Untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah tersebut diatas, sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kelompok degan tidak memperhatikan latar belakang suku, agama, ras, dan sosial ekonomi. Sekolah harus memperlakukan siswa secara sama, tidak membeda-bedakan siswa yang satu dengan yang lainnya.

5) Masalah Moral

Masalah moral yang terjadi pada para remaja ditandai oleh adanya ketidak mampuan remaja membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Hal ini dapat disebabkan oleh ketidakkonsistenan dalam konsep benar dan salah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya antar sekolah, keluarga, dan kelompok remaja. Ketidakmampuan membedakan mana yang benar dan mana yang salah dapat membawa malapetaka bagi kehidupan remaja pada khususnya dan pada semua orang pada umumnya.


Untuk mencegah dan mangatasi masalah-masalah yang demikian, maka sekolah sebaiknya menyenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, meningkatkan pendidikan budi pekerti.

6) Masalah Keluarga

Sering ditemukan berbagai permasalahan remaja yang penyebab utamanya adalah terjadinya kesalahpahaman antara anak dengan orang tua. Seperti dikemukan oleh hurlock (1980,233) sebab-sebab umum pertentangan keluarga selama masa remaja adalah: standar perilaku, metode disiplin, hubungan dengan saudara kandung, sikap yang sangat kritis pada remaja, dan masalah palang pintu.

Remaja sering menganggap standar perilaku orang tua yang kuno dan yang modern berbeda. Menurut remaja, orang tua yang mempunyai standar kuno harus mengikuti standar modern, sedangkan orang tua tetap pada pendiriannya semula. Keadaan inilah yang sering menjadi sumber perselisihan di antara mereka. Metode disiplin yang diterapkan ole orang tua yang terlalu kaku dan cenderung otoriter akan dapat menimbulkan permasalahan dan pertentangan di antara remaja dan orang tua. Salah satu ciri remaja adalah dimikinya sikap kritis terhadap segala sesuatu, namun bagi keluarga pada umumnya. Yang dimaksud dengan masalah palang pintu adalah peraturan keluarga tentang penetapan jam atau waktu pulang dan mengenai teman-teman dengan siapa remaja dapat berhubungan, terutama teman-teman lawan jenis. Untuk mencegah dan mengatasi permasalahan tersebut, maka sekolah harus meningkatkan kerja sama dengan orang tua.

----------------------------------------------------------------------------------
“Jangan lupa, berikan komentar ya jika artikel ini bermanfaat untuk Anda”