Saturday, August 20, 2011

Prinsip-prinsip Desain

A. Proporsi (proportion)

Perbandingan antara bentuk elemen besar dan kecil. Proporsi menyangkut suatu hubungan bagian dengan bagian yang lain atau bagian dengan keseluruhan, atau antara satu obyek dan obyek yang lainnya. Proporsi bertalian erat dengan hubungan antara bagian-bagian di dalam suatu komposisi, hubungan ini dapat berbentuk suatu besaran, kuantitas atau tingkatan.


B. Skala (scale)

Dalam prinsip desain terdapat beberapa skala yang lazim dipakai dalam desain yaitu skala mekanik dan skala visual, skala mekanik adalah perhitungan sesuatu fisik berdasarkan sistim ukuran standar, bisa dengan cm, mm, inci, kaki dan lain sebagainya, sedangkan skala visual adalah merujuk pada besarnya sesuatu yang tampak karena diukur terhadap benda-benda lain disekitarnya. Kita dapat mengatakan berskala kecil jika kita mengukurnya dengan membandingkan terhadap benda-benda lain yang umumnya jauh lebih besar ukurannya, begitu pula sebaliknya.

C. Keseimbangan (balance)

Prinsip keseimbangan dalam desain adalah menyangkut kepekaan kita terhadap ketidak-teraturan dan keseimbangan, karena ketidak-seimbangan akan menimbulkan perasaan tidak tenang, tidak sesuai, sehinggga untuk mendapatkan keseimbangan harus mempertimbangankan ”bobot visual”, yaitu suatu elemen yang ditentukan oleh ukuran, bentuk, warna dan tekstur. Ada dua kelompok keseimbangan yang perlu kita mengerti adalah keseimbangan formal dan keseimbangan informal.

(a) Keseimbangan formal
Keseimbangan formal adalah keseimbangan yang dapat dicapai dengan menata elemen-elemen sebelah kanan dan kiri garis simetris yang mempunyai bobot visual sama contoh: meja dapur dan lampu sebelah kanan dan kiri adalah sama sama jumlahnya maupun penataanya dan mempunyai jarak yang sama terhdap garis pusat.


(b) Keseimbangan informal
Keseimbangan informal (asimetris) adalah keseimbangan yang dicapai dengan menata elemen yang tidak sama, misal mebel yang tidak sama (asimetris) di kanan dan kiri garis, meja dan elemen dinding di kanan dan kiri garis sumbu tidak sama.


D. Keselarasan (harmoni)

Harmoni dapat didefinisikan sebagai keselarasan atau kesepakatan yang menyenangkan dari beberapa bagian atau kombinasi beberapa bagian dalam satu komposisi. Suatu perencanaan yang unsurnya selaras, akan terasa sebagai suatu kesatuan, bukan sekadar penggabungan dari beberapa bagian yan lepas satu sama lainnya. Untuk mendapatkan keharmonian dapat digunakan unsur-unsur yang sama, akan tetapi harmoni jika dipaksakan dalam penggunaan unsur-unsur dengan aspek yang sama dapat menghasilan komposisi dengan suatu kesatuan tanpa daya tarik.

E. Kesatuan dan keragaman (unity dan variety)

Prinsip keseimbangan dan harmoni, dalam mencapai kesatuan, tidak mengesampingkan usaha mengejar variasi dan daya tarik, untuk mencapai kesatuan yang diinginkan dapat diusahakan tetap mempertahankan elemen yang paling dominan yang terus berulang-ulang, sedangkan keragaman merupakan bagian yang dapat memperkaya perbedaan namun tetap bernuansa satu.

(Sumber Referensi : Buku Teknik Perkayuan untuk SMK, Jilid 1. Karya Budi Martono, dkk. Tahun 2008)

----------------------------------------------------------------------------------
“Jangan lupa, berikan komentar ya jika artikel ini bermanfaat untuk Anda”