Friday, September 9, 2011

Kriteria Perencanaan Jalan Raya

Berikut ini adalah kriteria-kriteria dalam proses perencanaan jalan raya saya ambil dari buku Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota yang diterbitkan oleh Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga.

A. Kendaraan Rencana
1) Kendaraan Rencana adalah kendaraan yang dimensi dan radius putarnya dipakai sebagai acuan dalam perencanaan geometrik.
2) Kendaraan Rencana dikelompokkan ke dalam 3 kategori:
a) Kendaraan Kecil, diwakili oleh mobil penumpang;
b) Kendaraan Sedang, diwakili oleh truk 3 as tandem atau oleh bus besar 2 as;
c) Kendaraan Besar, diwakili oleh truk-semi-trailer.

3) Dimensi dasar untuk masing-masing kategori Kendaraan Rencana ditunjukkan dalam Tabel 11.3. Gambar 11.1 s.d. Gambar 11.3 menampilkan sketsa dimensi kendaraan rencana tersebut.

Tabel II.3.Dimensi Kendaraan Rencana


KATEGORI KENDARAAN RENCANADIMENSI KENDARAAN (cm)  TONJOLAN (cm) RADIUS PUTAR RADIUS TONJOLAN (cm)
 TinggiLebarPanjangDepanBelakangMin.Maks. 
Kendaraan Kecil13021058090150420730780
Kendaraan Sedang410260121021024074012801410
Kendaraan Besar41026021001.209029014001370





B. Satuan Mobil Penumpang

1) SMP adalah angka satuan kendaraan dalam hal kapasitas jalan, di mana mobil penumpang ditetapkan memiliki satu SMP.
2) SMP untuk jenis jenis kendaraan dan kondisi medan lainnya dapat dilihat dalam Tabel II.4. Detail nilai SMP dapat dilihat pada buku Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) No.036/TBM/1997.

Tabel II.4. Ekivalen Mobil Penumpang (emp)


No.Jenis KendaraanDatar/PerbukitanPegunungan
1.Sedan, Jeep, Station Wagon.11
2.Pick-Up, Bus Kecil, Truck Kecil.1,2-2,41,9-3,5
3.Bus dan Truck Besar1,2-5,02,2-6,0

C. Volume Lalu Lintas Rencana

1) Volume Lalu Lintas Harian Rencana (VLHR) adalah prakiraan volume lalu lintas harian pada akhir tahun rencana lalu lintas dinyatakan dalam SMP/hari.
2) Volume Jam Rencana (VJR) adalah prakiraan volume lalu lintas pada jam sibuk tahun rencana lalu lintas, dinyatakan dalam SMP/jam, dihitung dengan rumus:
VJR = VLRH x (F / K)
di mana:
K (disebut faktor K), adalah faktor volume lalu lintas jam sibuk, dan
F (disebut faktor F), adalah faktor variasi tingkat lalu lintas perseperempat
jam dalam satu jam.
3) VJR digunakan untuk menghitung jumlah lajur jalan dan fasilitas lalu lintas lainnya yang diperlukan.
4) Tabel II.5 menyajikan faktor-K dan faktor-F yang sesuai dengan VLHR-nya.

Tabel II.5. Penentuan faktor-K dan faktor-F berdasarkan Volume Lalu Lintas Harian Rata-rata.



VLHRFAKTOR-K (%)FAKTOR-F (%)
> 50.00004-Jun0,9 - 1
30.000 - 50.00006-Agust0,8-1
10.000 -30.00006-Agust0,8-1
5.000 - 10.00008-Okt01,6-0,8
1.000- 5.00010-Des0,6-0,8
< 1.000Des-16< 0,6

D. Kecepatan Rencana

1) Kecepatan rencana, VR, pada suatu ruas jalan adalah kecepatan yang dipilih sebagai dasar perencanaan geometrik jalan yang memungkinkan kendaraan-kendaraan bergerak dengan aman dan nyaman dalam kondisi cuaca yang cerah, lalu lintas yang lengang, dan pengaruh samping jalan yang tidak berarti.
2) VR untuk masing masing fungsi jalan dapat ditetapkan dari Tabel II.6.
3) Untuk kondisi medan yang sulit, VR suatu segmen jalan dapat diturunkan dengan syarat bahwa penurunan tersebut tidak lebih dari 20 km/jam.

Tabel II.6. Kecepatan Rencana, VR, sesuai klasifikasi fungsi dan kiasifikasi medan jalan.


FungsiKecepatan Rencana, VR (Km/jam)  
 DatarBukitPegunungan
Arteri70-12060-8040-70
Kolektor60-9050-6030-50
Lokal40-7030-5020-30

---------------------------------------------------------------------------------
“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”...... :)