Saturday, September 10, 2011

Organisasi Proyek

Organisasi proyek merupakan sekelompok orang dari berbagai latar belakang ilmu dan keahlian yang terorganisir dan terkoordinasi dalam suatu wadah tertentu yang melaksanakan tugas pelaksanaan proyek dengan cara tertentu.

Fungsi-fungsi dalam sebuah organisasi proyek konstruksi meliputi:
1) Fungsi perencanaan teknis dan keuangan, yang menjalankan fungsi spesifik. Perencanaan rekayasa teknik (engineering) seperti jadwal pelaksanaan, perencanaan bahan, alat dan sub-sub kontraktor, perencanaan metode pelaksanaan, perencanaan mutu dan perencanaan K3. Perencanaan administrasi dan keuangan, meliputi pembuatan cash flow, perencanaan penagihan, sistem akuntansi dan administrasi pengelolaan sumber daya .
2) Fungsi pelaksanaan atau operasional, yang meliputi kegiatan pelaksanaan konstruksi di lapangan untuk mewujudkan fisik bangunan sesuai perencanaan teknis dan keuangan.
3) Fungsi pengendalian atau kontrol, yang meliputi kegiatan mem-bandingkan realisasi pelaksanaan dengan perencanaan dan jika terdapat penyimpangan akan dilakukan analisis penyebabnya dan cara penyelesaiannya.

Bentuk organisasi proyek dapat ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain:
>>> Besar kecilnya volume dan ruang lingkup pekerjaan
>>> Besar kecilnya nilai proyek
>>> Tingkat kompleksitas pelaksanaan proyek
>>> Waktu pelaksanaan yang tersedia
>>> Penggunaan teknologi
>>> Lokasi proyek

Gambaran suatu organisasi proyek yang rinci dan banyak digunakan memiliki struktur yang terdiri dari unsur-unsur seperti pada Gambar 1.8.:


Manajer teknik, bertugas memimpin unit teknik dan berwewenang mengelola perencanaan teknik dan pengendalian. Pengelolaan perencanaan meliputi kegiatan-kegiatan:
>>> Metode pelaksanaan
>>> Gambar kerja
>>> Jadwal pelaksanaan, jadwal pengadaan bahan, jadwal penyediaan peralatan dan jadwal pemenuhan tenaga kerja
>>> Perencanaan pengendalian mutu
>>> Perencanaan arus kas
>>> Keselamatan dan kesehatan kerja
>>> Pemilihan sub-kontraktor

Manajer operasional lapangan, bertugas memimpin unit pelaksanaan lapangan dengan kewenangan:
>>> Melaksanakan pekerjaan sesuai perencanaan teknis dan keuangan yang disiapkan oleh unit teknik.
>>> Mengkoordinasikan kepala pelaksana dalam mengendalikan dan mengontrol pekerjaan para mandor dan sub-kontraktor.
>>> Mengendalikan dan melatih ketrampilan staf, tukang dan mandor.
>>> Melakukan penilaian kemampuan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Manajer administrasi lapangan, bertugas memimpin unit administrasi proyek, mengelola keuangan, akuntansi dan pembukuan, urusan umum dan SDM proyek, dengan kewenangan:
>>> Menyiapkan urusan administrasi penagihan kepada pemilik proyek
>>> Melakukan pencatatan transaksi
>>> Melakukan verifikasi seluruh dokumen transaksi pembayaran
>>> Mengurus masalah perpajakan, asuransi, dll.

---------------------------------------------------------------------------------
(Sumber Referensi : Buku Struktur Bangunan untuk SMK, Jilid 1. Karya Dian Ariestadi. Tahun 2008.)

---------------------------------------------------------------------------------
“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”...... :)