Friday, September 2, 2011

Pengukuran Sipat Datar Polar

A. LATAR BELAKANG

Sipat datar (levelling) adalah suatu operasi untuk menentukan beda tinggi antara dua titik di permukaan tanah. Sebuah bidang datar acuan, atau datum, ditetapkan dan elevasi diukur terhadap bidang tersebut. Beda elevasi yang ditentukan dikurangkan dari atau ditambah dengan nilai yang ditetapkan tersebut, dan hasilnya adalah elevasi titik-titik tadi.

Salah satu metode pengukuran sipat datar adalah pengukuran sipat datar metode polar. Pengukuran sipat datar cara polar ini sangat cocok untuk mendapatkan perbedaan ketinggian daerah yang luas dan beda tingginya tidak terlalu menyolok/relatif datar. Dari data yang diperoleh yang sudah diadakan analisa dan hitungan serta penggambaran dapat digunakan untuk perencanaan pekerjaan tanah berupa galian atau timbunan.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Adapun maksud dan tujuan dari dilaksanakannya kegiatan praktek pengukuran sipat datar polar ini antara lain adalah sebagai berikut :
1) Untuk memberikan pemahaman terhadap mahasiswa tentang pengukuran sipat profil itu sendiri.
2) Agar mahasiswa mampu dan terampil dalam menggunakan alat PPD sesuai dengan prosedur.
3) Agar mahasiswa mengetahui cara pengukuran beda tinggi antara titik di lapangan dengan menggunakan cara polar mulai dari pengumpulan data lapangan, analisis sampai dengan penyajian gambar.

C. DASAR TEORI

Salah satu bentuk pengukuran beda tinggi yaitu menggunakan metode polar. Prinsip kerja mengukur beda tinggi metode polar yaitu menghitung tinggi alat dan benang tengah di tiap-tiap titik yang akan dibidik.


Adapun langkah-langkah perhitungannya adalah sebagai berikut :

a) Perhitungan Jarak Optis (do)
Syarat bacaan bak ukur :
BA + BB = 2 BT atau BA - BT = BT - BB
do1 = (BAP1 - BBP1) x 100
do2 = (BAP2 - BBP2) x 100
do3 = (BAP3 - BBP3) x 100
dst......

b) Perhitungan Beda Tinggi (Δh)
ta = Tinggi Alat
Δh1 = ta - BTP1
Δh2 = ta - BTP2
Δh3 = ta - BTP3
Δh4 = ta - BTP4
dst......

c) Perhitungan Tinggi Titik (Tx)
Tinggi titik pesawat diketahui (TPs)
TP1 = TPs + Δh1
TP2 = TPs + Δh2
TP3 = TPs + Δh3
TP4 = TPs + Δh4
dst......

D. PELAKSANAAN PENGUKURAN

a) Peralatan
1) Pesawat Penyipat Datar (PPD)
2) Statif
3) Rambu Ukur
4) Rol Meter
5) Unting-Unting
6) Kertas dan Alat Hitung
7) Data Board dan Alat Tulis
8) Patok Paku Payung
9) Payung

b) Penyetelan Alat PPD
1) Mendirikan statif sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan
2) Memasang pesawat diatas kepala statif dengan mengikatkan landasan pesawat dan sekrup pengunci yang ada di kepala statif
3) Menyetel nivo kotak, dengan cara:
a. Memutar skrup A dan B secara bersamaan, sehingga gelembung nivo bergeser kearah skrup C. (gambar 3.a)
b. Memutar skrup C ke kiri atau ke kanan, sehingga gelembung nivo bergeser ke tengah. (gambar 3.b)


4) Memeriksa kembali kedudukan gelembung nivo kotak dengan cara memutar teropong kesegala arah. Jika posisi gelembung nivo bergeser, maka setel nivo beberapa kali lagi, hingga pada saat pesawat diputar kesegala arah gelembung nivo tidak bergeser.

c) Langkah Pengukuran
1) Siapkan catatan, daftar pengukuran dan buat sket lokasi areal yang akan diukur.
2) Tancapkan patok pada titik-titik batas areal yang akan dibidik.
3) Dirikan pesawat di tengah-tengah arela lokasi pengukuran atau pada titik yang telah ditentukan (titik TPs).
4) Lakukan penyetelan alat (PPD) sampai didapat kedataran, kemudian ukurlah tinggi alat. Catat hasil pengukuran pada form pengambilan data lapangan. Arahkan piringan sudut 0º ke arah utara atau ke arah titik pertama (P1).
5) Dirikan bak ukur di atas titik P1 setegak mungkin.
6) Arahkan teropong pesawat ke titik P1, kemudian baca BA, BT, BB dan sudut horizontalnya (sudut β). Ukur jarak permukaan dengan menggunakan roll meter.
7) Catat hasil pengukuran pada form pengambilan data lapangan dan lengkapilah dengan sket atau bacaan kondisi yang ada di sekitar titik.
8) Pindahkan bak ukur ke titik berikutnya (P2).
9) Arahkan teropong ke titik P2, kemudian baca BA, BT, BB dan sudut horizontalnya (sudut β).
10) Dengan cara yang sama (nomor 6, 7, dan 8) lakukan pada titik-titik berikutnya hingga seluruh titik sesuai dengan sket area lokasi.
11) Lakukan perhitungan jarak, beda tinggi, dan ketinggian masing-masing titik. Catatlah hasil perhitungan tersebut pada form hasil perhitungan.
12) Gambar hasil pengukuran dan perhitungan.

E. KESELAMATAN KERJA

1) Menggunakan pakaian kerja (wearpack) dan helm.
2) Pergunakan alat sesuai dengan kegunaan dan fungsinya.
3) Menggunakan sepatu untuk melindungi kaki.
4) Melindungi PPD dari sinar matahari langsung dengan menggunakan payung.
5) Serius dan tidak bersenda gurau ketika praktek serta melaksanakan praktek sesuai dengan instruksi dosen dan asisten.

F. HASIL PENGUKURAN

Silahkan klik -->>disini<<-- untuk mendownload file excel perhitungan pengukuran sipat datar polar.

---------------------------------------------------------------------------------
“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”...... :)