Friday, July 14, 2017

Acuan dan Bekisting / Formwork / Bekisting

A. Pengertian

Acuan dan perancah (Bekisting) adalah suatu konstruksi yang bersifat sementara pada praktik kerja beton sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan. Dari namanya acuan dan perancah, terbagi menjadi dua fungsi, yaitu fungsi acuan dan fungsi perancah. Acuan yang dimaksud adalah sebagai cetakan atau patokan untuk ukuran maupun bentuk beton yang diinginkan, sedangkan perancah adalah sebagai penyokong tegak dan lurusnya acuan tersebut. Acuan dan perancah harus kuat memikul beban sendiri, berat beton basah, beban hidup, dan beban peralatan kerja selama proses pengecoran.


Suatu konstruksi acuan dan perancah harus dapat memungkinkan melakukan kegiatan-kegiatan:
1. Memasang atau merangkai tulangan beton.
2. Mengecat adukan beton.
3. Mudah melepaskan cetakan sehingga beton tidak rusak.

Sebuah bangunan tidak dapat berdiri dengan kuat ataupun kokoh tanpa pembuatan bekisting yang sesuai aturan. Berikut ini adalah penjelasan tentang pedoman perancanagan dan pembuatannya.

B. Syarat-Syarat Acuan dan Perancah

Perencanaan acuan dan perancah harus dapat memenuhi persyaratan aspek bisnis dan teknologi. Agar konstruksi dapat berfungsi dengan baik harus memenuhi:
a) Kualitas
1. Ukuran sesuai dengan yang diinginkan,
2. Hasil akhir permukaan beton harus baik dan benar,
3. Posisi atau letak acuan dan perancah harus sesuai dengan yang direncanakan.
b) Keamanan
1. Harus stabil tidak goyah,
2. Acuan dan perancah harus kuat menahan beban,
3. Acuan dan perancah harus kaku.
c) Ekonomis
1. Mudah dikerjakan dengan tidak banyak membutuhkan tenaga kerja,
2. Mudah dipasang untuk menghemat waktu,
3. Mudah dibongkar dengan tidak merusak beton.

C. Tipe-Tipe Acuan dan Perancah

Pesatnya perkembangan dan banyaknya tuntutan yang harus dipenuhi agar hasil dari suatu konstruksi baik dan ekonomis, maka saat ini tipe-tipr formwork berkembang menjadi tiga, yaitu:
a) Formwork Konvensial/Tradisional
• Bahan dasarnya dikerjakan secara tradisional.
• Bahan acuan adalah papan.
• Bahan perancahnya adalah dolken (kayu hutan), kasau, dan bambU.
b) Formwork Semi Sistem
• Bahan dasarnya dibuat dengan sistem pabrikasi yang ukurannya sesuai dengan bentuk beton yang diinginkan.
• Bahan acuan adalah multiplek dan plat.
• Bahan perancahnya adalah scaffolding atau baja yang dipabrikasi.
c) Formwork Full Sistem
• Bersifat full universal, digunakan secara berulang kali.
• Bahan acuan dan bahan perancah dirangkai secara pabrikasi.
Jenis bekisting sistem ini sudah dikenal di Indonesia, sebagai berikut:
d) Formwork Pearl
Dibuat dari kayu plywood dan profil baja. Pada selasarnya, panel formwork ini dipakai untuk semua jenis struktur beton (kolom, dinding, plat, dan balok).
Komponennya terdiri dari:
 Balok penahan,
 Plywood,
 Pengikat melintang dari profil baja.
Keuntungan penggunaan bekisting pearl:
 Singkatnya masa konstruksi.
 Mutu permukaan beton cukup baik.
 Kebersihan proyek dapat dijaga.
 Tingkat pengulangan bahan bekinting cukup tinggi.
e) Formwork Doka
Pada dasarnya sama dengan pearl, bedanya pada balok penahannya berupa profil tersusun. Dua-duanya mengandalkan kekuatan lem khusus.

---------------------------------------------------------------------------------
“Jangan lupa, berikan komentar ya jika ada saran atau masukan dan jika artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda”...... :)